my-sacred-inspirations:

Story of Palestine Gaza!!

(via aliyahani)

aliyahani:

ridhwanah:

tausendsunny:

likeafieldmouse:

Lennart Nilsson

allahuakbar

serem dan amazed dalam waktu yang sama :O
maasya Allah

arrizasyifaa liat ini say .. Masyaa Allah :)

dakwahmuslimah:

Bismillah…

Shalihah, sebagai kaum Muslimin tentu kita mengecam tindakan Israel yang melakukan pembantaian terhadap saudara-saudara kita di Palestina.

Namun di balik gema perdamaian yang kita suarakan, sadarkah kita, bahwa selama ini kita berpotensi besar bahkan turut mendanai pembantaian tersebut?

Sebab zionis-Israel bisa tetap eksis, bisa tetap membangun negerinya, membiayai segala program-programnya yang antara lain adalah pengusiran orang-orang Palestina dari tanah airnya sendiri, berkat aliran keuangan dari perusahaan-perusahaan dunia yang dimiliki para pengusaha Yahudi Dunia.

Fakta tak terbantahkan inilah yang menyebabkan setiap Muslim dan manusia yang peduli dengan nilai-nilai kemanusiaan harus memboikot, tidak membelanjakan uangnya, dan tidak memberikan keuntungan dalam bentuk apa pun terhadap produk-produk pendukung eksistensi Zionis-Israel.

Ulama internasional, Dr. Yusuf Qaradhawi bahkan mengatakan, “Tiap-tiap riyal, dirham, dan sebagainya, yang digunakan untuk membeli produk dan barang Israel atau Amerika, dengan cepat akan menjelma menjadi peluru-peluru yang merobek dan membunuhi pemuda dan bocah-bocah Palestina…” Beliau juga mengatakan bahwa membeli barang atau produk mereka, berarti ikut serta mendukung kekejaman tirani, penjajahan, dan pembunuhan yang dilakukan mereka terhadap umat Islam di belahan dunia lainnya.

Nah, lantas bagaimana kalau dalam keadaan terdesak hingga terpaksa membeli produk mereka?

Berdasarkan fakta di lapangan, ditemukan alasan-alasan yang dapat menjadikan seseorang dperbolehkan dan tidak diperbolehkan membeli produk Israel :

Alasan syar’i :

1. Jika hanya produk Israel itu saja yang tidak merusak kulitmu (contoh produk yg langsung bersentuhan dg kulit).
Jadi jika produk lain membuat kulitmu sangat rusak (gatal-gatal dan iritasi, *maaf* borokan, melepuh)
2. Di toko ini barang yang sedang dibutuhkan hanya ada produk Israel dan toko lain terlalu jauh, sudah tutup semua, atau sudah terlalu malam dan pembelian produknya tidak bisa ditunda, juga tidak ada yang bisa meminjamkan.

Alasan tidak syar’i :

1. Udah cocok sama produk Israel, hasil yg diperoleh dari produk Israel ga sebagus hasil produk lain
| Ingatlah bahwa kemaslahatan yang diperoleh dari produk tsb tidak sebanding dengan kezaliman Israel terhadap penduduk Palestina yang harus segera diakhiri. Berdoalah agar Allah tetap menjaga kecantikan luarmu meskipun bukan produk unggulan Israel yang kau gunakan
2. Di toko ini barang yang sedangi dibutuhkan hanya ada produk Israel, ada toko lain yang jual produk lain tapi males jalan/naik motor ke sananya
| Shalihah, jika engkau meniti jalan menuju toko lain tsb, peluhmu yang keluar insyaAllah akan menjadi saksi atas kepedulianmu akan tegaknya negeri yang dijanjikan untuk Islam, tanah Palestina. Sebaliknya, uang yang kau belanjakan adalah saksi tipisnya rasa persaudaraanmu dengan penduduk Palestina.

Solusi bagi yang membeli produk Israel dengan alasan syar’i :

1. Sebisa mungkin gantilah uang yang telah kau gunakan untuk membeli produk Israel dengan cara menyumbangkan dana yang senilai (bahkan lebih) untuk Palestina melalui lembaga-lembaga penyalur sumbangan yang dapat dipercaya (pernah dipost di sini https://www.facebook.com/DakwahMuslimah/photos/pb.465045926949531.-2207520000.1406021411./609663522487770/?type=3&theater) Namun jika tidak memiliki uang lagi yang senilai dengan uang yang telah dibelanjakan produk Israel, ukhti bisa menyumbangkan uang seadanya.
2. Ketika menggunakan produk Israel, bayangkanlah dampak yang penduduk Palestina rasakan karena uang yang kau “donasikan untuk Israel”. Dengan demikian, ukhti takkan terlena menggunakan produk Israel.
3. Yang terpenting adalah jangan pernah meremehkan kekuatan do’a, karena inilah yang tidak dimiliki Israel. Ingatlah untuk selalu mendo’akan saudara-saudara di Palestina dan mohon ampun pada Allah karena telah turut “mendanai” Israel…Allah Maha Mengetahui isi hati.

Wallaahu a’lam

Referensi : http://irdham.blogdetik.com/tag/urgensi-boikot-produk-zionis-bagi-kita/

#HM

(via fadlillahocta)

Pilih Cantik atau Karakter?

herricahyadi:

Antara cantik dan karakter, mana yang akan kau pilih?

Kita mungkin bisa melihat kecantikan, tapi kita tak akan pernah bisa merasakannya. Kecantikan hanya sampai pada penglihatan (mata) dan pikiran.

Sedangkan karakter, kita pasti bisa melihatnya dan kita pun pasti bisa merasakannya. Sebab yang…

Umar bin Khattab berkata, “timbanglah diri kalian sebelum kalian ditimbang, hisablah diri kalian sebelum dihisab, sebelum amalan kalian ditimbang pada hari pertemuan besar”. “Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Tuhanmu), tiada sesuatupun dari keadaanmu yang tersembunyi (bagi Allah).” (al Haqqah: 18)
@D_dagsh_alajmi - Dr Daghsy bin Syabib al ‘Ajmi Imam, Khatib dan Dosen Universitas Islam Kuwait 31/5/2014 (via twitulama)

i

Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang membaca selepas habis solat, Subhanallah 33 kali, Alhamdulillah 33 kali, Allahu Akbar 33 kali, lalu untuk mencukupkan bilangan seratus dengan membaca “Laa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lahu, lahul-mulku walahul-hamdu wahuwa ‘alaa kulli syai’in qadir” maka akan diampunkan dosa-dosanya walaupun sebanyak buih air laut.” (HR Muslim)

(via khoiriyalatifa)

dakwahmuslimah:

Bismillah…

Shalihah, sebagai kaum Muslimin tentu kita mengecam tindakan Israel yang melakukan pembantaian terhadap saudara-saudara kita di Palestina.

Namun di balik gema perdamaian yang kita suarakan, sadarkah kita, bahwa selama ini kita berpotensi besar bahkan turut mendanai pembantaian tersebut?

Sebab zionis-Israel bisa tetap eksis, bisa tetap membangun negerinya, membiayai segala program-programnya yang antara lain adalah pengusiran orang-orang Palestina dari tanah airnya sendiri, berkat aliran keuangan dari perusahaan-perusahaan dunia yang dimiliki para pengusaha Yahudi Dunia.

Fakta tak terbantahkan inilah yang menyebabkan setiap Muslim dan manusia yang peduli dengan nilai-nilai kemanusiaan harus memboikot, tidak membelanjakan uangnya, dan tidak memberikan keuntungan dalam bentuk apa pun terhadap produk-produk pendukung eksistensi Zionis-Israel.

Ulama internasional, Dr. Yusuf Qaradhawi bahkan mengatakan, “Tiap-tiap riyal, dirham, dan sebagainya, yang digunakan untuk membeli produk dan barang Israel atau Amerika, dengan cepat akan menjelma menjadi peluru-peluru yang merobek dan membunuhi pemuda dan bocah-bocah Palestina…” Beliau juga mengatakan bahwa membeli barang atau produk mereka, berarti ikut serta mendukung kekejaman tirani, penjajahan, dan pembunuhan yang dilakukan mereka terhadap umat Islam di belahan dunia lainnya.

Nah, lantas bagaimana kalau dalam keadaan terdesak hingga terpaksa membeli produk mereka?

Berdasarkan fakta di lapangan, ditemukan alasan-alasan yang dapat menjadikan seseorang dperbolehkan dan tidak diperbolehkan membeli produk Israel :

Alasan syar’i :

1. Jika hanya produk Israel itu saja yang tidak merusak kulitmu (contoh produk yg langsung bersentuhan dg kulit).
Jadi jika produk lain membuat kulitmu sangat rusak (gatal-gatal dan iritasi, *maaf* borokan, melepuh)
2. Di toko ini barang yang sedang dibutuhkan hanya ada produk Israel dan toko lain terlalu jauh, sudah tutup semua, atau sudah terlalu malam dan pembelian produknya tidak bisa ditunda, juga tidak ada yang bisa meminjamkan.

Alasan tidak syar’i :

1. Udah cocok sama produk Israel, hasil yg diperoleh dari produk Israel ga sebagus hasil produk lain
| Ingatlah bahwa kemaslahatan yang diperoleh dari produk tsb tidak sebanding dengan kezaliman Israel terhadap penduduk Palestina yang harus segera diakhiri. Berdoalah agar Allah tetap menjaga kecantikan luarmu meskipun bukan produk unggulan Israel yang kau gunakan
2. Di toko ini barang yang sedangi dibutuhkan hanya ada produk Israel, ada toko lain yang jual produk lain tapi males jalan/naik motor ke sananya
| Shalihah, jika engkau meniti jalan menuju toko lain tsb, peluhmu yang keluar insyaAllah akan menjadi saksi atas kepedulianmu akan tegaknya negeri yang dijanjikan untuk Islam, tanah Palestina. Sebaliknya, uang yang kau belanjakan adalah saksi tipisnya rasa persaudaraanmu dengan penduduk Palestina.

Solusi bagi yang membeli produk Israel dengan alasan syar’i :

1. Sebisa mungkin gantilah uang yang telah kau gunakan untuk membeli produk Israel dengan cara menyumbangkan dana yang senilai (bahkan lebih) untuk Palestina melalui lembaga-lembaga penyalur sumbangan yang dapat dipercaya (pernah dipost di sini https://www.facebook.com/DakwahMuslimah/photos/pb.465045926949531.-2207520000.1406021411./609663522487770/?type=3&theater) Namun jika tidak memiliki uang lagi yang senilai dengan uang yang telah dibelanjakan produk Israel, ukhti bisa menyumbangkan uang seadanya.
2. Ketika menggunakan produk Israel, bayangkanlah dampak yang penduduk Palestina rasakan karena uang yang kau “donasikan untuk Israel”. Dengan demikian, ukhti takkan terlena menggunakan produk Israel.
3. Yang terpenting adalah jangan pernah meremehkan kekuatan do’a, karena inilah yang tidak dimiliki Israel. Ingatlah untuk selalu mendo’akan saudara-saudara di Palestina dan mohon ampun pada Allah karena telah turut “mendanai” Israel…Allah Maha Mengetahui isi hati.

Wallaahu a’lam

Referensi : http://irdham.blogdetik.com/tag/urgensi-boikot-produk-zionis-bagi-kita/

#HM

(via fadlillahocta)

Rana Nazzal, 2011 Shirien Damra, 2012 Lena Ibrahim, 2013 Wedad Yassin, 2012 Wedad Yassin, 2012 Deema Alsaafin, 2012 Sami Kishawi, 2013 Haneen Arman, 2012 Alaa Milbes, 2013

It’s easy to lose sight of some of life’s simple pleasures when you’re mired in the politics of a land you’re forbidden to enter. But every now and again we deserve to be reminded of just how beautifully the sea sparkles in the Gaza Strip, or just how high the rainbows over the West Bank’s grassy hills can go, or just how easy it is to visualize the earthy way of life in villages wiped away in 1948.

Source: Sixteen Minutes to Palestine

(via mizanqist)

isnidalimunthe:

standwithpalestine:

(Photos: Ibraheem Abu Mustafa / Reuters, July 25, 2014)

MasyaAllah :”)

(via jiforjihan)

Alhamdulillah :’) – View on Path.